Metode Langsung : Metode pengestimasian dengan melibatkan konsumen secara langsung dalam pengumpulan datanya
Metode Tidak Langsung : Metode pengestimasian dimana pada pengumpulan datanya konsumen tidak secara langsung dilibatkan. Data yang dilibatkan adalah data skunder.
METODE LANGSUNG
Survei Konsumen
Melibatkan sejumlah sampel konsumen tentang bagaimana mereka bereaksi terhadap perubahan variable tertentu seperti perubahan harga
Penelitian Observasi
Mengumpulkan informasi tentang preferensi konsumen dengan mengamati bagaimana mereka membeli dan mempergunakan berbagai produk
Klinik Konsumen
Merup eksperimen labolatorium dimana kepada sejumlah partisipan diberikan sejumlah uang tertentu dan diminta untuk membelanjakannnya dalam satu toko simulasi dan melihat bagaimana reaksi mereka terhadap perubahan dalam harga produk, pengemasan produk, pemajangan, harga produk pesaing dll.
Simulasi situasi pasar
Merup situasi pasar buatan dan dilakukan terhadap peserta atau pembeli yang sudah dipilih
Eksperimen dimasar secara langsung
Dimana perusahaan memilih satu atau beberapa kota pasar regional dan melakukan suatu eksperimen dimana disana diukur penerimaan konsumen terhadap produk yang bersangkutan dan dilihat dampak dari perubahan satu atau lebih variable yang dapat dikontrol dari fungsi permintaan produk tsb.
OBSERVASI:
Kebaikan :
- Data yang dikumpulkan melalui observasi cenderung mempunyai keandalan yang tinggi. Kadang observasi dilakukan untuk mengecek validitas dari data yang telah diperoleh sebelumnya dari individu-individu.
- Dapat melihat langsung apa yang sedang dikerjakan, pekerjaan-pekerjaan yang rumit kadang-kadang sulit untuk diterangkan.
- Dapat menggambarkan lingkungan fisik dari kegiatan-kegiatan, misalnya tata letak fisik peralatan, penerangan, gangguan suara dan lain-lain.
- Dapat mengukur tingkat suatu pekerjaan, dalam hal waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu unit pekerjaaan tertentu.
kekurangannya :
- Umumnya orang yang diamati merasa terganggu atau tidak nyaman, sehingga akan melakukan pekerjaannya dengan tidak semestinya.
- Pekerjaan yang sedang diamati mungkin tidak mewakili suatu tingkat kesulitan pekerjaan tertentu atau kegiatan-kegiatan khusus yang tidak selalu dilakukan atau volume-volume kegiatan tertentu.
- Dapat mengganggu proses yang sedang diamati.
- Orang yang diamati cenderung melakukan pekerjaannya dengan lebih baik dari biasanya dan sering menutup-nutupi kejelekan-kejelekannya.
WAWANCARA
Kelebihan:
peneliti bisa menggali informasi tentang topik penelitian secara mendalam, bahkan bisa mengungkap hal-hal yang mungkin tidak terpikirkan oleh peneliti itu sendiri.
kelemahan :
- Memerlukan waktu, tenaga, dan biaya yang lebih besar
- Sangat tergantung pada individu yang akan diwawancarai
- Situasi wawancara mudah dipengaruhi lingkungan sekitar
- Menuntut penguasaan keterampilan bahasa yang baik dari interviewer
- Adanya pengaruh subyektif pewawancara yang dapat mempengaruhi hasil wawancara
- Adanya pengaruh subjektifitas dari interviewer terhadap hasil wawancara
- Upaya-upaya mengatasi kelemahan dalam wawancara yaitu :
- Kondisikan keadaan agar lebih baik sehingga tidak terpengaruh keadaan lingkungan yang kurang baik.
- Bahasa yang digunakan bisa disesuaikan dengan klien agar klien mengerti dan faham.
- Minimalkan waktu, tenaga, dan biaya yang ada.
METODE TIDAK LANGSUNG
Analisis Regresi: suatu teknik statistik yang digunakan untuk mengetahui hub suatu variable tidak bebas dengan variable lain. Tujuannya untuk memperoleh nilai koefisien dari fungsi permintaan
Produksi : suatu kegiatan yang mengubah input atau faktor produksi menjadi output
Faktor produksi: SDA, SDM, Modal,
Fungsi Produksi: hub input dgn output yang menunjukkan jumlah maks. Output yang dapat dihasilkan dari pemakaian jumlah input dgn menggunakan teknologi tertentu.
Total Produk: produksi total yang dihasilkan oleh suatu proses
Marjinal Produk: menunjukkan perubahan produksi yg disebabkan oleh penggunaan satu satuan input variable.
Average Product: menunjukkan besarnya rata2 produksi yang dihasilkan oleh setiap penggunaan faktor produksi variable
Law of Diminishing Return, LDR adalah hukum pertambahan hasil yang semakin menurun. Apabila input variabel dipergunakan (ditam-bahkan) pada input tetap terus menerus maka hasil yang diperoleh akan semakin rendah dengan semakin banyaknya input variabel yang dipergunakan.
Kenaikan hasil (increasing returns to scale) berarti output meningkat dengan proporsi yang lebih tinggi dibandingkan dengan proporsi kenaikan penggunaan input sehingga biaya per unit output menurun (dengan anggapan harga input tetap). Penurunan hasil (decreasing returns to scale) berarti output meningkat dengan proporsi yang lebih tinggi dibandingkan dengan proporsi kenaikan penggunaan input sehingga biaya per unit output menurun (dengan anggapan harga input tetap). Increasing returns to scale ditunjukkan oleh LAC yang menurun, sedangkan decreasing returns to scale ditunjukkan oleh kurva LAC yang menaik.
Penerimaan total produsen adalah TR (Total Revenue) = P.Q. Kurva biaya total jangka panjang merupakan kumpulan titik titik minimum biaya jangka pendek. Keseimbangan produsen tercapai apabila kemampuan teknis dan kemampuan ekonomis sama. Isokuan menggambarkan kemampuan (kendala) produsen secara teknis dan isokos menggambarkan kemampuan (kendala) produsen secara ekonomis maka keseimbangan produsen dicapai dengan menggabungkan kemampuan teknis dengan kemampuan ekonomis. Keseimbangan produsen tercapai jika isokuan bersinggungan dengan isokos. Persinggungan isokuan dengan isokos terjadi pada saat slope isokuan sama dengan slope isokos.
Pasar dari sudut pembeli: kumpulan perusahaan yang menghasilkan produk tertentu yang dapat dibeli.
Pasar dari sudut pembeli: kumpulan pembeli yang menjadi sasaran penjualan produk tertentu.
Industri: sekelompok perusahaan yang memproduksi produk tertentu
Struktur pasar: semua karakteristik pasar yg bisa berakibat pd prilaku & kinerja perusahaan di pasar
Ciri-ciri pokok dari pasar persaingan sempurna adalah:
a. Jumlah perusahaan dalam pasar sangat banyak.
b. Produk/barang yang diperdagangkan serba sama (homogen).
c. Konsumen memahami sepenuhnya keadaan pasar.
d. Tidak ada hambatan untuk keluar/masuk bagi setiap penjual.
e. Pemerintah tidak campur tangan dalam proses pembentukan harga.
f. Penjual atau produsen hanya berperan sebagai price taker (pengambil harga).
Ciri-ciri dari pasar monopoli adalah:
1) hanya ada satu produsen yang menguasai penawaran;
2) tidak ada barang substitusi/pengganti yang mirip (close substitute);
3) produsen memiliki kekuatan menentukan harga; dan
4) tidak ada pengusaha lain yang bisa memasuki pasar tersebut karena ada hambatan berupa keunggulan perusahaan.
Ciri-ciri dari pasar oligopoli adalah:
1) Terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai pasar.
2) Barang yang diperjual-belikan dapat homogen dan dapat pula berbeda corak (differentiated product), seperti air minuman aqua.
3) Terdapat hambatan masuk yang cukup kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk masuk ke dalam pasar.
4) Satu di antaranya para oligopolis merupakan price leader yaitu penjual yang memiliki/pangsa pasar yang terbesar. Penjual ini memiliki kekuatan yang besar untuk menetapkan harga dan para penjual lainnya harus mengikuti harga tersebut. Contoh dari produk oligopoli: semen, air mineral.
Ciri-ciri pasar monopolistik:
1) Terdapat banyak penjual/produsen yang berkecimpung di pasar.
2) Barang yang diperjual-belikan merupakan differentiated product.
3) Para penjual memiliki kekuatan monopoli atas barang produknya sendiri.
4) Untuk memenangkan persaingan setiap penjual aktif melakukan promosi/iklan.
5) Keluar masuk pasar relatif lebih mudah.
Diskriminasi harga merupakan penetapan harga yang berbeda untuk pembeli barang yang sama atau penetapan harga di mana perbandingan antara harga dan biaya marjinal berbeda di antara para pembeli. Diskriminasi harga dibedakan menjadi tiga yaitu diskriminasi harga derajat ketiga, diskriminasi harga derajat kedua dan diskriminasi harga derajat pertama.
Model oligopoli
Model kurva permintaan bertekuk:
jika sebuah perusahaan oligopolis menaikkan harga produknya, maka perusahaan lain didalam industri tidak akan menaikkan harga produk tsb.
jika sebuah perusahaan oligopolis menurunkan harga produknya, maka perusahaan lain didalam industri tidak akan menurunkan harga produk tsb. Oleh krn itu perusahaan tidak dapat menaikkan pangsa pasarnya secara berarti melalui penurunan harga
Kartel : Organisasi resmi dalam sebuah industri yang menentukan berbagai kebijakan bagi seluruh perusahaan dalam kartel tsb contoh OPEC
Kartel terpusat : merup perjanjian tesmi antara berbagai produsen oligopolistik dari suatu produk untuk menentukan harga dan bagaimana laba dibagiakan contoh OPEC
Kartel yang berbagi pasar: memberikan hak ekslusif kepada setiap anggotanya untuk berkoperasi di daerah geografis tertentu
Kepemimpinan Harga: perusahan dalam industri oligopolistik secara diam-diam memutuskan harga sendiri yang sama dengan pemimpin harga untuk industri tersebut. Pemimpin harga ini mungkin adalah perusahaan dengan struktur biaya rendah atau perusahaan yang dominan dalam industri tsb.
Pasar Monopoli
Penyebab:
Perusahaan menguasai sepenuhnya input faktor produksi tertentu
Perusahaan memiliki hak cipta yang melarang perusahaan lain menggunakan proses produksi tertentu atau mengasilkan produk yang sama
Dalam industri tertentu biasanya terjadi skala ekonomi artinya dalam jangka panjangbiaya perunit menurun sehingga perusahaan menjual produknya dengan harga murah dan akibatnya perusahaan lain tidak bisa menyaingi
Adanya hak monopoli pemerintah
Diskriminasi Harga
Price Discrimination mengacu pada penentuan harga yang berbeda beda untuk kualitas produk yang berbeda, pada waktu yang berbeda, kepada kelompok yang berbeda, atau dalam pasar yang berbeda, ketika perbedaaan harga ini tidak disebabkan oleh perbedaan biaya.
Kondisi yang harus dipenuhi agar dapat melakukan diskriminasi harga :
1. Memiliki kekuatan monopoli,
2. Elastisitas permintaan terhadap harga produk harus berbeda di masing-masing pasar.
3. Pasar bagi produk tersebut bisa disegmentasi.
Jenis Diskriminasi Harga :
1. Diskriminasi Harga Tingkat Pertama, mengacu pada penjualan tiap unit secara terpisah dan pengenaan harga tertinggi yang paling mungkin.
2. Diskriminasi Harga Tingkat Kedua, mengacu pada pengenaan harga yang sama per unit untuk jumlah atau sekumpulan tertentu produk.
3. Diskriminasi Harga Tingkat Ketiga, mengacu pada pengenaan harga yang berbeda untk produk yang sama dalam pasar yang berbeda hingga pendapatan marginal dari unit terakhir produk yang dijual dalam masingmasing pasar sama dengan biaya marginal dari produk itu.
Persisten Dumping, Monopilis menjual komoditas dengan harga lebih mahal di dalam negeri dibanding di luar negeri pada saat menghadapi persaingan dari negaa lain dna kurva permintaan produk yang dihasilkannya lebih elastis.
Predatory Dumping, Penjualan sementara sebuah komoditas di bawah biaya produksinya atau pada tingkat harga yang lebih rendah di luar negeri untuk dapat menyingkirkan produsen luar negeri dari persaingan dilanjutkan dengan menaikkna harga di luar negeri.
Sporadic Dumping, penjualan sekali-kali sebuah produk dibawah biaya produksinya atau tingkat harga yang lebih rendah diluar negeri daripada domestik untuk menghaiskan overstock tanpa harus menurunkan harga domestik.
Penentuan Harga Transfer
Mengacu pada penentuan harga produk antara yang dijual oleh sebuah divisi semiotonom perusahaan kepada divisi semiotonom lain dalam perusahaan tersebut.
Jika tidak terdapat permintaan eksternal untuk produk antara, divisi produksi bisa menjual barang antara tersebut hanya secara internal kepada divisi pemasaran perusahaan dan divisi ini bisa membeli barang antara itu hanya dari divisi produksi perusahaan.

